Laman

Jumat, 17 Maret 2017

Hitungan detak mimpi
Telah melukis hari
Hari yang terus mendaki dikesendirian
Seumpama senyuman yang tiada berkesudahan

Taring yang tiada menggelegar
Habis sudah tiada tersisa
Tangisnya waktu yang terlahir sempurna
Menyandera mimpi yang kini dianggap tiada berguna


Tengahkah engkau menyadari?
Orang banyak yang terhadiri

Senin, 06 Maret 2017

Suatu hari, ketika semua ini berakhir
Takdir akan menyaksikan
Masa dimana mereka mendabakan
Ketiadaan ketertarikan
Berakhir dengan kebersamaan

Entah apa tujuannya
Seseorang tetap harus bertanggung jawab
Lari kearah yang tiada menentu
Ke dunia dimana keadaan buta akan keberadaan
Diam dalam semu

Seketika seseorang tersiksa
Bisakah dia menemukannya?
Seseorang yang selama ini diam dalam doa
Tertarikkah suaranya, untuk mengakhirnya?

Jumat, 03 Februari 2017

Berakhir dimana taat bukan lagi suatu alasan
Tidak menyapa, 
Seakaan engkau bukan lagi pacuan
Bukankah salah satu tindakan berasal dari khayalan?

Engkau menusuk hingga kini..
Dari tenggak lamunanmu yang membuat mereka terdiam

Tekanlah langkah kakimu!
Hingga waktu bukan lagi pisau yang terasah
Yang mengurai pemikiran sang wacana

Berharap ditindih lamunan seorang pemimpi
Yang kini
Sedang menerbangkan akhir kebahagian
Menghadap Sang Pemilik Waktu

Jumat, 11 November 2016

Tidak terlihat
Menjadi tanggung jawab,
yang tidak berujung pada keakhlakan mereka
  Terletak dimana mata kami menatap
  Disitulah kami berdiri

Lihatlah kepantasan kami!
Yang ternodai
  Dengan apakah kami mengabdi?
  Berikan kami masa!
Tenggat terakhir
Seakan engkau disamping
Menunggu ajal
Yang sudah berpihak
  Demi masa depan yang terkehendak
  Itulah arti, bagaimana kurung waktu mengingat