Hitungan detak mimpi
Telah melukis hari
Hari yang terus mendaki dikesendirian
Seumpama senyuman yang tiada berkesudahan
Taring yang tiada menggelegar
Habis sudah tiada tersisa
Tangisnya waktu yang terlahir sempurna
Menyandera mimpi yang kini dianggap tiada berguna
Tengahkah engkau menyadari?
Orang banyak yang terhadiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar